Memuat...

Google Reader Untuk Komentator

Banyak dari para blogger seperti saya yang ingin memberikan komentar-komentar demi meningkatkan rank blognya ataupun sekedar memberikan pandangan tentang apa saja yang di postingkan oleh blogger lain. Disisi lain kita juga kadang-kadang hanya ingin memberikan komentar kita tentang apa yang kita sukai saja tema atau permasalahannya.

Sekarang google telah menyediakan Google Reader, iya terlihat dari tulisannya maka kita di wajibkan menjadi seorang pembaca dalam aplikasi buatan google satu ini, disini kita bisa melihat beberapa update postingan yang masih hangat ditulis oleh para blogger diseluruh dunia.

Namun untuk mendapatkan bacaan yang banyak, kita diharuskan untuk menjadi follower blog itu sehingga kita bisa mentracking postingan yang baru-baru, ok kan buat kita yang ingin di bilang komentator sejati?
Selengkapnya "Google Reader Untuk Komentator"

Perlunya Dukungan Dunia Maya Bagi Keutuhan Reformasi

Sebenarnya apa sih gunanya dukungan dari para netter di dunia maya? itulah pikiranku semenjak banyak pengguna internet yang memberikan dukungan-dukungannya terhadap segala masalah yang terjadi di negara Indonesia ini.

Dukungan para pengguna internet seperti facebookers ataupun blogger pun terlihat dari berbagai kasus yang terlihat ada kejanggalan dalam proses hukumnya, sebut saja kasus Prita Mulyasari ataupun yang masih hangat akhir-akhir ini yaitu kasus KPK dengan ditahannya Bibit dan Chandra dengan prosedur hukum yang tidak jelas.

Dukungan-dukungan yang diberikan oleh para facebooker atau blogger itu ternyata menurut saya sangat berpengaruh pada jalannya proses penyelesaian masalah-masalah itu, para penegak hukum jadi berpikir dan mendapat tekanan kalau mereka mungkin salah atau mungkin ada kekeliruan terhadap perbuatan mereka yang seharusnya transparan dan harus mendapat sorotan dari masyarakat sehingga mereka tidak bisa sewenag-wenang dalam menentukan apakah salah atau benar perlakuan mereka dalam suatu kasus.

Memang dukungan ini tidak langsung turun ke jalan ataupun berdemo didepan gedung-gedung dengan berorasi atau berunjuk rasa, namun sebenarnya dukungan moral melalui dunia maya inipun bisa menjadi alternatif baru untuk memberikan suatu dukungan pada kasus-kasus yang dianggap ada kejanggalan dalam penanganannya. Masyarakat sekarang tidak lagi bodoh dan hanya mengikuti saja apa yang dilakukan oleh aparat penegak hukum tapi sekarang masyaraka sudah mulai bisa mengembangkan pikirannya dengan fasilitas internet sehingga lagi kita dibohongi dengan semena-mena sehingga semua kasus harus sesuai dengan prosedur hukum dan transparan.

Maka apabila ada perbuatan yang salah atau sengaja disalahkan hati-hati saja karena saat ini semua masyarakat memiliki ilmu yang lebih dengan menyoroti berbagai kasus yang memang sebenarnya harus didukung dengan kekuatan masyarakat luas
Selengkapnya "Perlunya Dukungan Dunia Maya Bagi Keutuhan Reformasi"

Cara Mendeteksi Keberadaan Blog Kita Pada Google




Mungkin sebagian besar dari para Blogger ingin sekali kalau blognya ke index di Google atau search engine lainnya, selain itu sebenarnya google juga memilah-milih site kita untuk di tampilkan di halaman Google.

Ada cara yang paling gampang untuk mendeteksi keberadaan blog kita di mesin Google, sekarang buka Google lalu ketikkan "site: alamatblogAnda" (tanpa tanda petik). misalnya saya mengetikan "site: http://aisnulis.blogspot.com/" maka tampilannya akan seperti ini




Nah ternyata blog saya masih kedeteksi oleh google yang menandakan blog saya sudah terindex oleh google. Sekarang yang jadi permasalahan adalah jika blog kita tidak muncul maka itu merupakan indikasi kalau blog kita di banned oleh google alias terkena Google Sandbox
Selengkapnya "Cara Mendeteksi Keberadaan Blog Kita Pada Google"

Mengatasi Kehabisan Ide Dalam Menulis

Tidak semua orang pandai ”menulis”,
Sebuah problem yang rasa-rasanya memang sudah tak asing lagi bagi dunia kreativitas seperti menulis. Konon, kebuntuan juga tak hanya dialami para penulis pemula, tapi juga penulis mapan sekalipun. Nah, kebuntuan dalam menulis ini juga kerap disebut orang dengan istilah writer’s block, sebuah masa di mana si penulis tak tahu harus menulis apa lagi, dan menemukan jalan buntu


Apa kira-kira yang jadi sebab datangnya kebuntuan ini? Pasti, setiap penulis punya alasan dan sebab sendiri-sendiri. Meskipun, yang jadi soal kemudian adalah, justru si penulis tak menemukan apa sebetulnya yang jadi sebab dari kebuntuannya itu. Padahal, kalau dia segera tahu apa sebabnya, maka segera pulalah ia mencari solusinya.


Tapi baiklah, mari kita coba urai sejumlah sebab yang secara umum dapat menjadi punca dari timbulnya kebuntuan. Di antaranya, penulis kekurangan bahan untuk menulis. Bahan di sini, bisa berarti kurang mendalam pemahamannya terhadap tema yang ditulis, bisa karena kurangnya referensi-referensi penunjang tema itu.


Solusinya, tentu saja kita harus segera mencari dan menggali dari berbagai sumber yang terkait dengan tema yang akan kita jadikan bahan tulisan. Baik dari buku-buku, majalah-majalah, koran, atau yang sekarang lebih populer sekaligus efektif adalah melalui internet. Jadi, agar tulisan kita berbobot, penting bagi penulis untuk melakukan riset terlebih dahulu. Setelah bahan lengkap, biasanya tak sabar lagi si penulis untuk segera bekerja. Kebuntuan pun segera dapat teratasi.


Sebab lain dari kebuntuan adalah mungkin ada yang salah dari struktur tulisan itu sendiri. Coba baca kembali tulisan yang sudah sempat kita mulai itu tapi buntu di tengah jalan. Baca berkali-kali. Lalu temukan, adakah yang dirasa bertele-tele pembahasannya di setiap paragraf. Jangan-jangan malah keluar dari substansi tema yang telah direncanakan. Membaca berulang-ulang tulisan yang sedang ditulis juga dapat membantu kita untuk melakukan revisi terhadap tulisan tersebut. Proses revisi, menjadi sangat penting agar tulisan kita betul-betul terhindar dari berbagai kesalahan teknis maupun non teknis.


Bicara tentang teknis menulis, ini juga bisa menjadi salah satu sebab munculnya kebuntuan. Misalnya saja kita belum begitu mahir menyusun diksi, karena puisi kita baru beberapa judul saja jumlahnya, sehingga menjadi kesulitan sendiri dalam proses menulis. Begitu pula ketika kita belum mahir/terlatih menuliskan narasi dan deskripsi dalam cerpen, pasti akan jadi kesulitan tersendiri pula. Solusinya, tentu saja terus berlatih menulis, meningkatkan produktivitas dan “jam terbang.”


Selain itu, kebuntuan juga dapat disebabkan dari timbulnya rasa jenuh. Kenapa jenuh? Boleh jadi, karena kita menulis dengan tema yang itu-itu saja. Tokoh yang seragam dalam setiap cerpen kita misalnya. Atau diksi yang tak berkembang dari puisi-puisi kita. Jadi, sebaiknya cari dan terus gali kemungkinan lain dan eksplorasi karya tulis kita itu. Atau, kalau selama ini, kita hanya menulis puisi, coba-cobalah pindah ke genre lain, menulis cerpen, atau prosa, atau novel. Siapa tahu, kita justru menemukan keasyikan lain di sana. Atau sebaliknya, bagi yang biasanya banyak menulis cerpen, cobalah sesekali menulis puisi.


Dari sekian ragam kebuntuan di atas tentu masih banyak lagi jenis-jenis kebuntuan yang lain, dengan solusi-solusi lain. Yang penting, jangan pernah menyerah dan lari dari kebuntuan. Hadapi kebuntuan itu dengan semangat dan motivasi yang kuat untuk menulis. Dan perbarui terus orientasi atau tujuan kita kenapa memilih dunia tulis-menulis. Niscaya, kebuntuan tak lagi jadi hantu yang selalu menakutkan.
Selengkapnya "Mengatasi Kehabisan Ide Dalam Menulis"
 
Tutorial Komputer Untuk Pemula Celebryti Wandi Its Me Again Blogme Rahad TheKill Jaya Shanny Otto Ruri Lutfi Dhimas Kombor Darmawan 2yiex Aan Ardhiansyam Azwaar Bang Emo Bayu Binghai Bujas 009 Bamz Pakde Centralborneo004 Centrebook Cinana Dhony Ebenk789 Ems Erge Ezzanaff Franky Habib Iman Bross Imoel Kang Rohman Kang Suroto Manan Masifud Mylea Noe O-om OrangBandung Otto Piter Rohmangombong Roy Sarah Adelia The Jaev Ukibatam Urang Bandung Vayvo Wandi News Yel Yupi

Copyright 2009 by Siais™ | Best Viewed on Firefox online counter Site Meter