Tangan Kita Menentukan

Sebentar lagi kita akan memilih pemimpin kita yang baru. Semua yang sedang dilakukan partai-partai atau golongan-golongan tertentu adalah mengenalkan pada masyarakat lewat iklan-iklan yang ada disepanjang jalan dikota-kota besar. Kita diharapkan dapat berpartisipasi dalam pemilihan tahun ini, sampai-sampai MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkan golput alias tidak memilih satupun dari calon yang ada. Seharusnya kita malu dengan keadaan saat ini, dimana masih ada saja yang memilih untuk golput pada pemilihan nanti. Kita disini adalah masyarakat yang sedang mencari sosok pemimpin yang cocok dengan kriteria yang dibutuhkan. Tetapi bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan bila kita tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada negeri ini. Bila kita memutuskan untuk golput, alangkah tidak pantasnya bila kita menyalahkan sosok yang sudah terpilih sedangkan beliau berlaku tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sekarang semua keputusan ada ditangan kita, tangan kita akan menentukan apa yang akan terjadi pada negeri ini selanjutnya...

2 komentar:

  1. GOLPUT atau MEMILIH adalah pilihan....
    Asli ini pendapatku sendiri, bukan untuk memprovokasi. Begini :
    1, Dengan kondisi caleg yang belum jadi ajah dah mengotori fasilitas umum dengan tebaran spanduknya yang berantakan.
    2. Siapa mereka rakyat gak kenal, mereka sok kenal sok dekat (SKSD), sok baek sok derma saat mau kampanye, setelah jadi LUPA, atau kalah menghilang ditelan bumi..???

    Dengan kondisi seperti di atas, gimana rakyat mo memilih..?? memilih ANJING dalam karung..???
    Aku gak sanggup memikul tanggungjawab atas pilihan yang SALAH. Pengalaman PEMILU kemaren, "yang terhormat di ruang sidang MOLOR, bangku yang dibeli mahal dengan uang rakyat dianggurin, sedikit yangdatang tapi absen tanda tangan penuh tandatangan tuk pencairan uang sidang, HOBI baru menghamburkan anggaran dengan tema "study banding".

    Kondisi menjelang PEMILU sekarang = PEMILU yang lalu.

    Jika aku tetep memilih mereka,sama saja dengan keledai yang jatuh di lobang yang sama. Lobang kenikmatan mending brur...lah ini....??

    Jika GOLPUT "menang" mereka kan nyadar, betapa tidak pentingnya mereka, betapa rakyat mengingkan suatu pembaharuan untuk menuju kebaikan, niscaya...PEMILU depan mereka kan benar2 tulus berjuang untuk rakyat.

    HIDUP RAKYAT...MATILAH CALEG yang BEJAD...!!!

    BalasHapus


Thanks for visit, I hope you enjoy!
Do you have any suggestions? Add your comment. Please don't spam!